Laman

Kamis, 07 Juli 2011

PELAJARAN BERHARGA


FILOSOFI HIDUP

Anggaplah celaan sebagai nasehat, dan pujian sebagai peringatan. Pandanglah penolakan sebagai sarana mawas diri, dan kesalahan sebagai pengalaman. Setiap kritik adalah pelajaran yang berharga


LELUCON

Berikan Aku Ciuman Terakhirmu

Seorang preman berwajah garang sedang mengendarai motor Harleynya, ketika melewati seorang gadis cantik bergaun panjang yang sedang berdiri di atas jembatan layang.

Ia menghentikan motornya dan bertanya : "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Jawab sang Gadis : "Saya ingin bunuh diri..."

Mengambil kesempatan ini sang preman berkata: "Kalau begitu sebelum kamu melompat, berikan saya ciumanmu yang terakhir."

Sang gadis pun menciumnya. Setelah ciuman berakhir, sang preman dengan wajah berseri-seri berkata: "Mengapa kamu ingin bunuh diri? Ciumanmu begitu panas dan menggairahkan. Pasti banyak lelaki yg akan tergila-gila dengan ciumanmu ini."

Dengan sedih sang gadis menjawab : "Saya ingin bunuh diri karena orangtua dan keluarga saya menentang saya berpakaian dan berdandan seperti wanita..."


TIPITAKA

Kisah Mara

Suatu saat, ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Himalaya. Beliau melihat bahwa banyak orang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh beberapa raja yang licik. Kemudian muncul pikiran dalam batin Beliau: “Apakah mungkin untuk mencegah orang-orang itu dari perlakuan tidak manusiawi. Mereka seharusnya tidak diperlakukan secara tidak manusiawi, dan membuat para raja tersebut memerintah dengan adil dan bijaksana.”

Mara mengetahui apa yang Sang Buddha pikirkan dan berencana untuk membujuk Sang Buddha agar memerintah sebagai seorang raja. Kepadanya, Sang Buddha menjawab, “Mara yang licik! Ajaranmu dan ajaran-Ku sangat berbeda. Kau dan Aku tidak dapat saling berdiskusi. Inilah ajaran-Ku.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 331, 332, dan 333 berikut ini :

Sungguh bahagia mempunyai kawan
pada saat kita membutuhkannya;
sungguh bahagia dapat merasa puas
dengan apa yang diperoleh;
sungguh bahagia dapat berbuat kebaikan
menjelang kematian;
dan sungguh bahagia
dapat mengakhiri penderitaan

Berlaku baik terhadap ibu
berlaku baik terhadap ayah
juga merupakan kebahagiaan.
Berlaku baik terhadap pertapa
merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini;
berlaku baik terhadap para Ariya
juga merupakan kebahagiaan.

Moral (Sila) akan memberikan kebahagiaan
sampai usia tua;
keyakinan yang telah ditanam kuat
akan memberikan kebahagiaan;
kebijaksanaan yang telah diperoleh
akan memberikan kebahagiaan;
tidak berbuat jahat
akan memberikan kebahagiaan.


VEGETARIAN

Vegetarian Kurangi Risiko Katarak

Gaya hidup vegetarian dan lebih sedikit makan daging ternyata mengurangi resiko terkena katarak.
Berita terkait

Sebuah penelitian di Inggris tentang diet mengemukakan hasil tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 15 tahun menemukan tiga dari 50 pemakan daging mengalami katarak dibanding dua dari 50 vegan dan vegetarian. Disimpulkan resiko vegetarian dan vegan ternyata lebih rendah 30-40 persen dibanding pemakan daging.

"Orang yang tidak makan daging memiliki resiko yang lebih rendah," ujar Naomi Allen, ahli epidemiologi di Universitas Oxford Inggris akhir pekan lalu.

Katarak terjadi saat lensa mata menjadi keruh, penglihatan kabur. Umumnya akan dijumpai para mereka yang sudah tua. Menurut Nasional Eye Institute Amerika, di negeri itu lebih dari separuh orang tua menjalani operasi katarak.

Allen juga mengatakan Kendati penelitian menunjukkan data itu, seseorang tak harus menjadi vegetarian untuk menghindari resiko katarak.

Dia menegaskan studi tersebut membuktikan makan daging membuat katarak. Namun memang ada beberapa sayuran yang menjadi pelindung katarak. Beberapa penelitian sebelumnya juga mengatakan nutrisi makanan nabati menurunkan resiko katarak.

Peneliti di Inggris melibatkan lebih dari 27 ribu orang diatas 40 tahun. Mereka diminta mengisi survei makanan antara 1993-1999 dan dimonitor rekam medisnya. Pada 2008-2009 mereka dipantau mengidap katarak atau tidak. Tak kurang dari 1500 orang telah mengalami katarak selama periode tersebut.

Menariknya hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian di India. Tentang diet vegetarian dikaitkan tingginya angka katarak.

"Mungkin ada faktor lain yang menyebabkan katarak selain diet," ujar Dr Jack Dodick, pimpinan Departemen Oftamologi di Pusat Kesehatan Langone Univeritas New York. Dia memperkirakan gaya hidup juga mempengaruhi katarak.

Dodick mengatakan masih banyak hal yang harus digali. "Apakah gizi benar-benar memainkan peran dalam resiko katarak ini," ujarnya.

Dia juga menyarankan menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar ultra violet untuk mengurangi kemungkinan katarak. Selain itu juga menerapkan gaya hidup sehat dan olahraga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar