Tampilkan postingan dengan label REZEKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REZEKI. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Maret 2013
PINTU REZEKI
FILOSOFI HIDUP
Jangan merasa bodoh jika kamu membayar begitu banyak, Tuhan Maha Tahu harga yang pantas. Sisanya adalah sedekahmu yang akan membuka pintu rezeki
LELUCON
Join to : http://www.galeriterapiakupunktur.blogspot.com
Kemarin aku makan di kantin, saat makan sampai separo, aku tiba-tiba ingin kentut, tetapi bagaimanapun masih termasuk mujur, suara musik di kantin terdengar melantun dengan kerasnya, maka itu aku juga berusaha sebisa-bisanya melepaskan kentut sesuai dengan titik irama musik tersebut.
Waktu aku habis minum kopi dan bersiap-siap meninggalkan tempat dudukku, aku memperhatikan orang-orang di sekitarku kok pada mengerlingkan matanya memandang diriku.
Justru pada detik-detik inilah aku baru menyadari, aku tadi sambil makan sambil mendengarkan iPod.
TIPITAKA
Kisah Mara
Suatu hari, seorang brahmana berpikir sendiri, “Buddha Gotama menyebut para pengikutnya dengan ‘brahmana’. Saya adalah seorang brahmana jika dilihat dari kasta saya. Tidakkah saya juga disebut seorang brahmana ?” Setelah berpikir, ia pergi menemui Sang Buddha dan mengutarakan pendapat tersebut.
Kepadanya, Sang Buddha menjawab, “Aku tidak menyebut seseorang sebagai brahmana karena kastanya. Aku hanya menyebut seseorang sebagai brahmana jika ia telah mencapai tingkat kesucian arahat. ”
Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 386 berikut :
Seseorang yang tekun bersamadi, bebas dari noda, tenang,
telah mengerjakan apa yang harus dikerjakan,
bebas dari kekotoran batin dan
telah mencapai tujuan akhir (nibbana),
maka ia Kusebut seorang brahmana.
Brahmana mencapai tingkat kesucian sotapatti, setelah khotbah Dhamma itu berakhir.
VEGETARIAN
Vegetarian, antara Kesehatan dan Ramah Lingkungan
Vegetarian bagi kesehatan Anda lebih banyak daripada manfaat mengkonsumi produk nabati dan hewani secara bersamaan.
Bahkan, menurut beberapa penelitian, menjadi seorang vegetarian dapat memperpanjang harapan hidup Anda hingga 15 tahun dan mengurangi pemanasan global.
Apa sebenarnya keistimewaan menjadi seorang vegetarian? Dan apa benar ada hubungannya dengan kondisi lingkungan agar lebih terjaga dan hijau?
Mengurangi emisi karbon
Menurut penelitian di Universitas Chicago, seorang vegetarian dapat membantu mengurangi emisi karbon sebanyak 1,5 ton tiap tahun. Dapat Anda bayangkan dampaknya yang sangat besar untuk menjaga bumi tercinta ini, kan?
Tubuh bebas dari pencemaran
Tanpa kita sadari, produk hewani dan olahannya banyak terpapar bahan kimia dan bisa menimbulkan penyakit berbahaya, seperti kanker. Jadi, dengan menjadi seorang vegetarian kita dapat mencegah berbagai penyakit serius tersebut.
Selamat tinggal pemanasan global
Menurut United Nations Food and Agriculture Organization, bidang peternakan secara global bisa menghasilkan lebih banyak gas CO2 daripada sektor lainnya. Gas CO2 yang "disumbangkan" oleh sektor peternakan mencapai 18%.
Selain itu bidang peternakan juga menjadi penyebab terbesar dari menurunnya kualitas tanah dan air.
Tubuh lebih sehat dan langsing
Menjadi vegetarian memang efektif membuat berat badan lebih ideal dan sehat. Kenapa? Karena ragam sayuran lebih kaya akan protein, vitamin, serta serat. Selain itu, produk nonhewani juga memiliki kandungan lemak dan kalori lebih rendah.
Pilih sayuran organik
Nah, jika Anda sudah berpikir menjadi seorang vegetarian, jangan lupa memilih hanya sayur-sayuran organik. Sayuran organik, selain lebih sehat dan aman, juga lebih ramah lingkungan.
Sayuran nonorganik mengandung pupuk kimia yang mencemari aliran air dan dapat merusak habitat.
Selasa, 10 April 2012
JANGAN MALAS

FILOSOFI HIDUP
Dalam menghadapi kesusahan apapun wujudnya, jangan pernah menyerah, miliki mental baja dan pantang mundur, demikian pula ketika kita hidup dalam kekurangan, janganlah pernah menjadi peminta minta, tapi segera bangkit dari keterpurukan dan bekerja lebih giat, jangan pernah menunda dan bermalas malasan. Selalu ada rejeki, bagi orang yang tekun dan rajin bekerja
LELUCON
Strategi Ekspansi Perusahaan
Mr. Donk pebisnis sukses, seorang direktur sekaligus pemilik perusahaan multi nasional. Ia memiliki kebiasaan mengatakan "terserah" hampir pada setiap kalimat yang ia ucapkan. Suatu hari ia memimpin rapat dengan para manajer utamanya dengan topik ekspansi sisnis. Terjadi dialog sebagai berikut:
Manajer SDM: "Mr. Donk apakah kami boleh merekrut karyawan baru untuk mensukseskan ekspansi bisnis ini?"
Mr. Donk: "Terserah Saudara, jika itu dibutuhkan."
Manajer marketing: "Mr. Donk apakah kami boleh menambah anggaran pemasaran?"
Mr.Donk : "Terserah Saudara, jika dipandang itu perlu..."
Setelah semua Manajernya mengajukan pertanyaan dan dijawab dengan jawaban yang sama, diakhir Rapat Sang Boss itu bertanya:
"Apakah saudara-saudara siap melaksanakan program ekspansi bisnis ini?"
Serempak semua manajer menjawab: "Terserah Mr.Donk...!!!"
TIPITAKA
Kisah Seekor Induk Babi Muda
Suatu kesempatan, ketika Sang Buddha sedang berpindapatta di Rajagaha, ia melihat seekor induk babi muda yang kotor dan Beliau tersenyum. Ketika ditanya oleh Ananda, Sang Buddha menjawab, “Ananda, babi ini dulunya adalah seekor ayam betina dimasa Buddha Kakusandha. Karena ia tinggal di dekat ruang makan di suatu vihara, ia biasa mendengar pengulangan teks suci dan khotbah Dhamma. Ketika ia mati, ia dilahirkan kembali sebagai seorang putri.
Suatu ketika, saat pergi ke kakus, sang Putri melihat belatung dan ia menjadi sadar akan sifat yang menjijikkan dari tubuh. Ketika ia meninggal dunia, ia dilahirkan kembali di alam Brahma sebagai brahma puthujjana; tetapi kemudian karena beberapa perbuatan buruknya, ia dilahirkan kembali sebagai babi betina. Ananda ! Lihat, karena perbuatan baik dan perbuatan buruk tidak ada akhir dari lingkaran kehidupan.”
Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 338 sampai dengan 343 berikut ini :
Sebatang pohon yang telah ditebang
masih akan dapat tumbuh dan bersemi lagi
apabila akar-akarnya masih kuat
dan tidak dihancurkan.
Begitu pula selama akar nafsu keinginan tidak dihancurkan,
maka penderitaan akan tumbuh berulang kali.
Apabila tiga puluh enam nafsu keinginan
di dalam diri seseorang mengalir deras
menuju objek-objek yang menyenangkan,
maka gelombang pikiran yang penuh nafsu
akan menyeret orang yang memiliki
pandangan salah seperti itu.
Di mana-mana mengalir arus (=nafsu-nafsu keinginan);
di mana-mana tanaman menjalar tumbuh merambat.
Apabila engkau melihat tanaman menjalar
(=nafsu keinginan) tumbuh tinggi,
maka harus kau potong akar-akarnya
dengan pisau (=kebijaksanaan).
Dalam diri makhluk-makhluk timbul rasa senang mengejar objek-objek indria,
dan mereka menjadi terikat pada keinginan-keinginan indria.
Karena cenderung pada hal-hal yang menyenangkan
dan terus mengejar kenikmatan-kenikmatan indria,
maka mereka menjadi korban kelahiran dan kelapukan.
Makhluk-makhluk yang terikat pada nafsu keinginan,
berlarian kian kemari seperti seekor kelinci yang terjebak.
Karena terikat erat oleh belenggu-belenggu dan ikatan-ikatan,
maka mereka mengalami penderitaan untuk waktu yang lama.
Makhluk-makhluk yang terikat oleh nafsu-nafsu keinginan,
berlarian kian kemari seperti seekor kelinci yang terjebak.
Karena itu seorang bhikkhu yang menginginkan kebebasan diri,
hendaknya ia membuang segala nafsu-nafsu keinginannya.
VEGETARIAN
Vegetarian: Gaya Hidup Sehat, Lingkungan Sehat
”Kita telah melampaui titik ujung. Tapi kita belum sampai pada titik tanpa harapan. Kita masih bisa berbalik, tapi kita harus mengambil arah yang cepat!”, kalimat diatas pernah diucapkan oleh James Hansen, seorang ahli cuaca papan atas di NASA. Maksud dari kutipan diatas adalah ada satu cara untuk menyelamatkan lingkungan yang terlanjur rusak ataupun mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Upaya itu adalah dengan menjadi seorang Vegetarian.
Apa itu ’Vegetarian’ ?
Merupakan suatu pola makan yang menghindari makan-makanan dari daging atau menghindari produk-produk dari hewani seperti susu, telur dan lain-lain baik untuk alasan kesehatan maupun spiritual.
Mengapa Vegetarian?
1. Peternakan Sebagai Penyebab Kerusakan Lingkungan
Laporan PBB untuk bidang peternakan dan lingkungan hidup tahun 2006 mengungkapkan bahwa sektor peternakan sebagai penyumbang paling signifikan untuk krisis lingkungan yang serius. Peternakan menghasilkan 64 persen dari amonia yang dihasilkan dari kotoran hewan, yang menimbulkan hujan asam. Peternakan juga merupakan sumber utama dari kerusakan tanah dan air.
2. Hakekat Manusia Berdasarkan Anatominya
Dari susunan Giginya manusia sebenarnya tergolong dalam tipe Herbivora yakni pemakan tumbuh-tumbuhan. Hewan-hewan karnivora memiliki gigi dan kuku yang tajam struktur ini berguna untuk mengoyak daging sedangkan manusia dan hewan herbivora memiliki susunan gigi yang majal atau seri yang fungsinya untuk mengunyah. Terdapat kemiripian anatomi antara manusia dan hewan herbivora misalnya jumlah kelenjar ludah, kelenjar lambung, dan lain-lain. Secara anatomi manusia sebenarnya tergolong dalam jenis herbivora atau pemakan tumbuh-tumbuhan.
Namun banyak dari manusia yang beranggapan bahwa dirinya karnivora atau cenderung omnivora (pemakan daging dan tumbuhan). Padahal konsumsi daging terbukti sulit terurai dalam usus dan lebih cepat membusuk. Penelitian juga menunjukkan bahwa mengkonsumsi daging dapat dihubungkan dengan kerusakan sel otak, salah satu sebab penyakit Alzheimer (hilangnya fungsi mental) pada orang berusia lanjut. Menurut Komite Dokter yang bertanggung jawab untuk pengobatan, risiko terkena Alzheimer lebih tinggi bagi orang-orang yang mengkonsumsi makanan dengan kolesterol tinggi, lemak jenuh, kalori tinggi, dan makanan yang rendah serat, sayuran, maupun buah-buahan.
Sebagian orang beranggapan bahwa dengan menjadi seorang vegetarian mereka mendapati tubuh mereka yang menjadi lemas, dan terlihat pucat. Ini bukanlah permasalahan yang serius karena saat kita beralih menjadi seorang vegetarian secara otomatis kita mengubah pola makan kita dan hal ini memerlukan adaptasi dan hal seperti ini tidak perlu dikhawatirkan karena tubuh kita memiliki adaptasi yang alamiah.
3. Dampak Pola Makan Terhadap Kesehatan Tubuh
Apa yang kita konsumsi dapat mencerminkan seperti apa kesehatan kita. Perlu diketahui sebagian besar penduduk dunia hampir 80% adalah seorang pemakan daging (karnivora) atau pemakan daging dan tumbuh-tumbuhan atau omnivora. Ironisnya, penderita penyakit jasmani seperti stroke, jantung, kanker, obesitas dan penyakit pembuluh kapiler disebabkan karena terlalu banyak mengkonsumi produk-produk hewani.
Disamping itu dengan tidak mengkonsumsi produk hewani ternyata berdampak positif terhadap kesehatan rohani, terutama pada kontrol emosi hal ini di karenakan hormon di dalam tubuh tidak terkontamisi dengan hormon dari hewan yang dikonsumsi sehingga membuat emosi lebih stabil.
Langganan:
Postingan (Atom)
